Senin, 16 Juli 2012

Laporan Praktikum Pengukuran Partikulat debu/Personal Da sampel

Latar Belakang
Debu merupakan partikel padat yang terbentuk karena adanya kegiatan alami atau mekanik seperto penghalusan (grinding) penghancuran (cruhsing) , peledakan (blasting), pengayakan (shaking) atau pengeboran (drilling). Adanya partikel debu di tempat kerja dapat memberikan efek ketidak nyamanan dalam bekerja dan debu-debu dari jenis tertentu dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan tenaga kerja. Debu total terdiri dari bermacam-macam elemen dan senyawa dengan berbagai ukuran partikel, mulai dari ukuran yang terkecil sampai dengan ukuran 100 micron. Pengukuran kadar debu total dilakukan dengan teknik gravimetri. Pengambilan sample (sampling) dilakukan pada zona pernafasan pekerja (breathing zone). Media sampling yang digunakan adalah filter yang bersifat hidrofobik dengan ukuran pori 0,5 micron (misalnya dari jenis PVC, fiberglass).
Pencemaran udara oleh partikel dapat disebabkan karena peristiwa alamiah dan dapat pula disebabkan karena ulah manusia, lewat kegiatan industri dan teknologi. Partikel yang mencemari udara banyak macam dan jenisnya, tergantung pada macam dan jenis kegiatan industri dan teknologi yang ada. Mengenai macam dan jenis partikel pencemar udara serta sumber pencemarannya telah banyak Secara umum partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan atau pneumoconiosis.
Pada saat orang menarik nafas, udara yang mengandung partikel akan terhirup ke dalam paru-paru. Ukuran partikel (debu) yang masuk ke dalam paru-paru akan menentukan letak penempelan atau pengendapan partikel tersebut. Partikel yang berukuran kurang dari 5 mikron akan tertahan di saluran nafas bagian atas, sedangkan partikel berukuran 3 sampai 5 mikron akan tertahan pada saluran pernapasan bagian tengah. Partikel yang berukuran lebih kecil, 1 sampai 3 mikron, akan masuk ke dalam kantung udara paru-paru, menempel pada alveoli. Partikel yang lebih kecil lagi, kurang dari 1 mikron, akan ikut keluar saat nafas dihembuskan.
Pneumoconiosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh adanya partikel (debu) yang masuk atau mengendap di dalam paru-paru. Penyakit pnemokoniosis banyak jenisnya, tergantung dari jenis partikel (debu) yang masuk atau terhisap ke dalam paru-paru. Beberapa jenis penyakit pneumoconiosis yang banyak dijumpai di daerah yang memiliki banyak kegiatan industri dan teknologi, yaitu Silikosis, Asbestosis, Bisinosis, Antrakosis dan Beriliosis. Berat debu yang tersampling dibagi dengan volume udara saat pengambilan contoh dinyatakan sebagai kadar debu total di udara tempat kerja. Untuk menghitung kadar debu total di tempat kerja selama 8 jam kerja/hari, digunakan rumus sebagai berikut:
Tujuan Praktikum
ü mengetahui proses penggunaan alat personal da sampel ( PDS)
ü Mengukur kadar debu sewaktu di udara
ü mengetahui kapasitas debu yang di hasilkan di lingkungan kerja dengan menggunakan PDS.
ü mengetahui bagian-bagian dari PDS
Manfaat Praktikum Dengan diadakan proses praktikum ini maka dapat diambil manfaat :
ü pengetahuan didalam penggunaan Alat alat personal da sampel dan proses pengukuran partikulat debu.
ü Menjadikan mahasiswa yang mandiri, dan mempunyai keterampilan
ü Menjadikan mahasiswa terampil didalam mengoprasikan sebuah alat raboratorium
Konsep teori
Debu merupakan partikel padat yang terbentuk karena adanya kegiatan alami atau mekanik seperto penghalusan (grinding) penghancuran (cruhsing) , peledakan (blasting), pengayakan (shaking) atau pengeboran (drilling). Adanya partikel debu di tempat kerja dapat memberikan efek ketidak nyamanan dalam bekerja dan debu-debu dari jenis tertentu dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan tenaga kerja. Debu total terdiri dari bermacam-macam elemen dan senyawa dengan berbagai ukuran partikel, mulai dari ukuran yang terkecil sampai dengan ukuran 100 micron.
Untuk mengetahui kapsitas debu pada suatu tempat kerja tentu kita tidak bisa menggunakan mata telanjang dan juga tidak bisa melakukan dengan timbangan kilo gram tapi kita harus menggunakan sebuah alat khusus untuk melakukan dan mengukur partikulat debu pada suatu tempat kerja, alat yang bisa digunakan adalah PDS (Personal Dust Sampler) adalah alat untuk mengukur debu. Alat yang kita miliki adalah Personal Dust Sampler atau pengukuran debu untuk manusia. Bagian-bagian yang terdapat dalam Personal Dust Sampler (PDS) yaitu :
a. Kepala Penangkap Debu
b. Slang Penyambung
c. Tas Gendong
d. Alat Penghisap/Generator dan
e. Changer/chass
Waktu Dan Lokasi Praktikum
Hari/tanggal : Selasa, 04 November 2011
Waktu : 11.30 - 02.30 Wit
Lokasi : ==============================
Alat Dan Bahan
1. Alat
ü Timbangan analitik .
ü Pinset
ü Desikator
ü Anemometer
ü Desikator
2. Bahan
ü Kertas Lakmus/Kertas Saring
Prosedur Kerja
1. Lihat kondisi generator kalau lagi low di chass
2. Kemudian timbanglah kertas saring yang kosong ke dalam timbangan analitik kemudian catatlah hasil dari timbangan kertas tersebut kemudian masuklah kertas tersebut ke dalam desikator selama 2x24 jam.
3. Kemudian keluarkan kertas saring tersebut dan masukan kertas tersebut ke dalam kelapa penangkap debu dan memperhatikan bentuk atau jenis kertas saring tersebut serta pilah dan perhatikan bagian yang halus di bagian dalam lalu bagian yang kasar di bagian luar.
4. Sambungkan selang penghubung lalu letakkan kepala pengangkap debu sejajar dengan pernapas manusia setelah itu pasang tas gendong lalu lihat kondisi alat generator kalau sudah full/penuh angkat lalu letakkan di dalam tas gendong dan masukan atau colok selang penyambung dan siap untuk melakukan pengukuran.
5. Set timer,lalu hidupkan alat dengan menekan tombol on kea rah bawah sehingga beroperasi.
6. Setelah set timer berjalan atau selesai matikan tombol off kearah atas lalu lepaskan kepala penangkap debu.
7. Kemudian keluarkan kertas saring di bagian kepala penangkap debu lalu masukan ke dalam timbangan analitik untuk mengetahui hasil kertas saring tersebut lalu kemudian cacatlah hasil dari kertas saring isi tersebut untuk mengetahui hasil akhir tersebut.
8. Lepaskan semua bagian-bagian yang sudah terhubung lalu alat di simpang pada tempatnya.
Hasil Praktikum
Diketahui :
ü berat kertas saring awal = 0,025
ü Berat kertas saring akhir = 0,0248
ü Kecepatan nagin = 0,4 m/s
ü Waktu = 5 menit
Ditanya : Hitunglah kores debu (KB)….?
Penyelesaian :
Untuk mengukur kores debu menggunakan rumus :
berat kertas saring isi - berat kertas saring awal
dikali seribu di bagi waktu pengukuran kali kecepatan angin
Kesimpulan
Berdasarkan dari pembahasan di atas dapat maka dapat diambil kesimpulan Personal Dust Sampler (PDS) adalah alat untuk mengukur Debu. Alat yang kita miliki adalah Personal Dust Sampler atau alat pengukuran debu untuk manusia. Bagian-bagian yang terdapat pada PDS tersebut yaitu :
a. Kepala pengangkap debu
b. Slang penyambung
c. Tas gendong
d. Alat penghisap atau generator
e. Chager/chass
DAFTAR PUSTAKA
Oleh A Hardianto – 2009 – sumber penyakit yang disebabkan oleh partikulat debu ( sumber situs : id.shovoong/php/penyakit-yang-disebakan-oleh../html/ )
Oleh Yahya soediro – 1999-pengoprasian alat pengukur partikulat debu ( sumber situs : id.trinyul.php/alat-uku- partikulat-debu/html/4537/php/ )
Ahmad Sudrajat – 2005 – pengukuran partikulat debu dalam ruangan kerja ( sumber situs : repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3673/1/fkm-fazidah3.pdf )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar