Selasa, 26 Juni 2012

pengertian Zat Arsen, Chromium & Boron dan fungsinya menurut para ahli

pengertian  Zat Arsen, Chromium & Boron dan fungsinya menurut para ahli

Arsen 

Arsen disimpan secara selektif di jaringan ektodermal, terutama di jaringan keratin kuku dan rambut. Kadar arsen  kurang dari 0,1 mg/100 gram rambut umumnya tidak punya makna. Kadar sebesar itu  dapat terjadi  akibat akumulasi arsen pada paparan subklinik pada orang normal.
Pada masa yang lalu ditemukannya arsen dalam jumlah banyak dalam  kuku dan rambut biasanya ditafsirkan  sebagai tanda adanya paparan arsen dosis  tunggal kadar tinggi 1 - 2 minggu sebelumnya  atau awal dari suatu serial  paparan arsen dosis kecil (2). Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa  arsen dapat dideteksi  pada rambut dan kuku dalam jumlah signifikan hanya 30 jam setelah paparan (3). Pada awalnya diduga bahwa arsen  tersebut berasal dari kontaminasi keringat yang mengandung arsen, karena arsen memang diekskresi melalui keringat dan dapat  terikat  pada jaringan
yang mengandung keratin jika ia berkontak. Akan tetapi, penelitian Pearson dan Pounds pada rambut dengan menggunakan metode NAA menyangkal dugaan tersebut
            Arsen yang terdapat didalam kuku dan rambut tak akan berubah konsentrasinya selama bertahun-tahun, kecuali jika jaringan tersebut terpapar dengan lingkungan yang bersifat asam atau basa kuat. Sampai saat ini masih banyak orang yang percaya bahwa bahwa deposit arsen pada rambut mengikuti (secara kasar) kecepatan pertumbuhan  rambut, yaitu  seperempat sampai setengah inchi perbulan. Dengan demikian, maka   lama dan saat paparan arsen pada korban dapat diperkirakan, jika rambut korban  cukup panjang untuk dibagi dalam beberapa bagian dan  dianalisis kandungan arsennya (2) Orang yang meninggal dalam 6-8 jam setelah menelan arsen dalam jumlah overdosis umumnya didalam  rambutnya tidak menunjukkan adanya arsen (3).

Chromium
Chromium berasal dari kata chroma yang berarti warna. Banyak komponen warna yang dapat dibuat dari chromium. Chromium ditemukan oleh Louis Vauquelin di Perancis pada tahun 1797. Chromium terletak di blok d, golongan 6, periode 4. Chromium pada suhu 298 K berwujud padat bersifat antiferomagnetik. Memiliki masa molekul relative 51,9961 g/mol. Memiliki no atom 24 dan memiliki masa jenis 1,15 g/m3.
Keelektronegatifan dari chromium adalah 1,66. Enthalpy pengatomannya adalah 121,8 KJ/mol pada 250 C; Enthalpy peleburannya adalah 15,3 KJ/mol dan enthalpy penguapannya sebesar 341,8 KJ/mol serta memiliki kapasitas panas 23,35 J/mol K dan konduktifitas panasnya sebesar 93,9 W/m K, juga memiliki rasio racun sebesar 0,21. Memiliki kecepatan suara 5940 m/s. Kekerasan Brinell dari Chromium adalah 1120 Mpa, kekersasan mohsnya sebesar 8,5 dan kekerasan vickersnya sebesar 1060 Mpa. Cr juga memiliki nilai modulus yaitu modulus young sebesarr 297 Gpa, modulus shear sebesar 5940 Gpa, dan modulus Bulk sebesar 160 Gpa. Chromium memilki resistvittas electric sebesar 125 Ωm dan konduktivitas electric sebesar 0,0774×106 /cmΩ. Kromium merupakan padatan yang tidak mudah menyala.
  
Kegunaan Chromium
dari Chromium adalah untuk membuat stainless steel, juga digunakan untuk melapisi komponen mobil, untuk magnet pada tape, pisau, untuk laser dan untuk membuat cat. Chromium (VI) Oksida (CrO3) digunakan untuk industri magnet pada tape, magnet yang dibuat dari kromium oksida kualitasnya lebih baik dari besi oksida

Kegunaan Boron
Penelitian pemanfaatan mineral boron dan Belerang dari limbah panasbumi untuk bahan aditif industri gelas dan pupuk pada tahun anggaran 2001 meliputi karakteristik mineral Boron dan Belerang yang ada di dalam limbah panasbumi untuk mengetahui sifat fisika, sifat kimia dan jenis kedua mineral dalam limbah tersebut. Beberapa contoh air telah diambil dari kawah, danau dan sumber air panas di daerah Dieng, Jawa Tengah dan Kamojang/Garut, Jawa Barat dan dianalisis kandungan Boron dan belerangnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan Boron di dalam contoh air yang berasal dari daerah Dieng berkisar antara 4 ppm hingga 15 ppm; yang berasal dari daerah Kamojang/Garut berkisar antara 8 hingga 10 ppm. Kandungan Belerang di dalam conto air yang berasal dari Dieng berkisar antara 2 ppm hingga 15 ppm; yang berasal dari Kamojang/Garut sekitar 10 ppm.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar