Selasa, 26 Juni 2012

Pengertian penyesuaian diri dan karakteristik penyesuaian diri remaja

Pengertian penyesuaian diri dan karakteristik penyesuaian diri remaja

1.      Pengertian penyesuaian diri
Penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada lingkungannya.

2.      Proses penyesuaian diri
Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan hidup dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungan. Penyesuaian diri lebih bersifat suatu proses sepanjang hayat, dan manusia terus menerus berusaha menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup guna mencapai pribadi yang sehat. Penyesuaian adalah sebagai suatu proses kearah hubungan yang harmonis antara tuntutan internal dan eksternal. Dalam proses penyesuaian diri dapat saja muncul konflik, tekanan dan frustrasi, dan individu di dorong meneliti berbagai kemungkinan perilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan.
   Individu di katakana berhasil dalam melakukan penyesuaian diri apabila ia dapat memenuhi kebutuhannya dengan cara-cara yang wajar dapat di terima oleh liungkungan tanpa merugikan atau mengganggu lingkungannya.

3.      Karakteristik penyesuaian diri
      
        Berikut ini akan di tinjau karasteristik penyesuaian diri yang positif dan penyesuaian diri yang negativ

a.       Penyesuaian diri secara positive
1.      Tidak menunjukan adanya ketegangan emosional
2.      Tidak menunjukan adanya mekanisme-mekanisme psikologis
3.      Tidak menunjukan adanya frustasi pribadi
4.      Memiliki pertimbamngan rasional dan pengarahan diri
5.      Mampu dalam belajar
6.      Menghargai pengalaman
7.      Bersikap realities dan objektif

Dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, individu akan melakukannya dalam berbagai bentuk antara lain:
1.      Penyesuaian dengan menghadapi masalah secara langsung
2.      Penyesuaian dengan melakukan eksplorasi (penjelajahan)
3.      Penyesuaian dengan trial atau coba-coba
4.      Penyesuaian dengan substitusi (mencari pengganti)
5.      Penyesuaian diri dengan menggali kemampuan diri
6.      Penyesuaian dengan belajar
7.      Penyesuaian dengan inhibisi dan pengendalian diri
8.      Penyesuaian dengan perencanaan yang cermat

b.      Penyesuaian diri yang salah

   Kegagalan dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, dapat mengakibatkan individu melakukan penyesuaian yang salah. Penyesuaian diri yang salah di tandai dengan berbagai bentuk tingkah laku yang serba salah, tidak terarah, emosional, sikap dapat realistik agresif, dan sebagainya.

4.      Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyesuaian diri

Faktor-faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bertahap. Penentu-penentu itu dapat di kelompokan sbb:
1.      Kondisi-kondisi fisik
2.      Perkembangan dankematangan
3.      Penentu psikologis
4.      Kondisi lingkungan,khususnya keluarga dan sekolah
5.      Penentu cultural.


¨      Permasalahan-permasalahan penyesuaian diri remaja
    
         Persoalan terpentingnya yang di hadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari dan yang menghambat penyesuaian diri yang sehat adalah remaja dengan orang dewasa terutama orang tua. Tingkat penyesuaian diri dan pertumbuhan remaja sangat tergantung pada sikap orang tua dan suasana psikologi dan social dalam keluarga. Penolakan orang tua kepada anaknya dapat di bagi menjadi dua macam. Pertama, penolakan merupakan penolakan tetap sejak awal. Kedua, dari penolakan keinginan anak. Hasil dari kedua macam penolakan tersebut ialah remaja tidak dapat menyesuaikan diri, cenderung untuk menghabiskan waktunya di luar rumah.

¨      Proses penyesuaian remaja terhadap penyelenggaraan pendidikan

         Lingkungan sekolah mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan jiwa remaja. Sekplah selain mengemban fungsi pengajaran juga fungsi pendidkan. Dalam kaitannya dengan pendidikan ini, peranan sekolah pada hakekatnya tidak jauh dari peranan keluarga.

         Upaya-upaya penyesuaian diri remaja khususnya di sekolah adalah
1.      Menciptakan situasi sekolah yang dapat menimbulkan rasa betah
2.      Menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan bagi anak
3.      Usaha memahami anak didik secara menyeluruh, baik prestasi belajar, social, maupun seluruh aspek pribadinya
4.      Menggunakan metode dan alat mengajar yang menimbulkan gairah belajar
5.      Menggunakan prosedur evaluasi yang dapat memperbesar motivasi belajar.

             KESIMPULAN

               Dari uraian pada bab-bab terdahulu, maka saya dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Kebutuhan seorang individu muncul karena pertumbuhan dan perkembangan psiko-fisisnya. Dalam memenuhi kebutuhannya, seorang remaja banyak mengalami masalah antara lain: kondisi yang amat berbeda antara masa anak-anak dan masa remaja.
2.      Menjalani perkembangan bagi remaja tidak lain adalah melaksanakan tugas-tugas,yaitu mempersiapkan dirinya untuk dapat di terima sebagai individu yang mampu berdiri sendiri di dalam melaksanakan kehidupan bermyarakat.
3.      Keberhasilan dalam memilih pasangan hidup untuk membentuk keluarga banyak di tentukan oleh pengalaman dan penyelesaian tugas-tugas perkembangan masa-masa sebelumnya.
4.      Proses penyesuaian diri di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi fisik, tingkat perkembangan, dan kematangan, faktor psikologis, lingkungan dan kebudayaan.
5.      Karasteristik penyesuaian diri ada dua yaitu penyesuaian diri secara positif dan penyesuaian diri secara negativ 

DAFTAR PUSTAKA

           Gunarsa, S.D, dan singgih D. gunarsa. Psikologi praktis : anak, remaja, dan keluarga. Jakarta : PT BPK gunung mulia, 1991.
    Hurlock, E.B.psikologi perkembangan. Jakarta : penerbit erlangga, 1990.
    Monks, dkk. Psikologi perkembangan : pengantar dalam ber bagai bagiannya. Yogyakarta : gadjah mada university press, 1988.
    Suryabrata, sumadi. Psikologi pendidikan. Jakarta :C.V rajawali, 1991.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar