Senin, 25 Juni 2012

pengertian Vitamin Yang Larut di Dalam Air menurut..

pengertian Vitamin Yang Larut di Dalam Air menurut..
A.    PENGERTIAN VITAMIN
Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.
Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian.  Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan.

B.     VITAMIN LARUT DALAM AIR
Sebagian besar vitamin larut air merupakan komponen system enzim yang banyak terlibat dalam membantu metabolism energy. Vitamin larut air biasanya tidak di simpan di dalam tubuh dan di keluarkan melalui urin dalam jumlah kecil. Oleh sebab itu vitamin larut air perlu di konsumsi tiap hari untuk mencegah kekurangan yang dapat menggangu fungsi tubuh normal.
Vitamin larut air di kelompokan menjadi vitamin C dan vitamin B, viatamin B terdiri dari 8 faktor yang saling berkaitan fungsinya  di dalam tubuh dan terdapat di dalam bahan makanan yang hampir sama. Fungsi terkait ddalam proses metabolism sel hidup, baik dalam tumbuh-tumbuhan maupun hewan sebagai koenzim atau kofaktor.
  • 1.      Vitamin B
Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.
  • Ø  VITAMIN B1 (tiamin)
Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan salah satu jenis vitaminyang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantumengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukantubuh untuk rutinitas sehari-hari. Di samping itu, vitamin B1 juga membantuproses metabolisme protein dan lemak. Bila terjadi defisiensi vitaminB1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik.Tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan,jantung, dan sistem saraf. Untuk mencegah hal tersebut, kitaperlu banyak mengkonsumsi banyak gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. Bahan makanan inilah yangtelah terbukti banyak mengandung vitamin B1.
a.       Absorpsi sintesis dan penyimpanan
Tiamin di absorpsi secara aktif terutama di duodenum di bagian atas yang bersuasana asam, dengan bantuan adenine trifosfatase (ATPase) yang bergantung pada natrium. Tiamin yang di konsumsi yang melebuhi 5 mg/hari sebagian akan di absorpsi secara pasif. Absorpsi aktif di hambat oleh alcohol. Setelah di absorpsi, ± 30 mg tiamin mengalami fosforisasi dan di simpan sebagai tiamin pirofosfat (TPP) di dalam jantung, hati, ginjal dan otat.
Tubuh manusia mengandung 30 – 70 mg tiamin, 80% dalam bentuk bentuk TPP. Separo dari tiamin terdapat di dalam otot, selebihnya di dalam hati, jantung, ginjal dan otak. Tiamin berada dalam serkulasi darah dalam jumlah kecil dalam bentuk bebas. Ekskresi dilakukan melalui urin dalam bentuk utuh dan sebagian kecil dalam bentuk metabolit, terutama tiamin difosfat dan disulfat. Ekskresi melalui urin menurun dengan cepat pada kekurangan tiamin. Tiamin dapat disintesis oleh mikroorganisme dalam saluran cerna manusia dan hewan, tetapi yang dapat di manfaatkan tubuh adalah kecil.
 
  • b.      Peran atau fungsi
Dalam bentuk piropsfat (TPP) atai difosfat (TDP), tiamin berfungsi sebagai koenzim berbagai reaksi metabolis energy. Tiamin di butuhkan untuk dekarboksilsioksidatif pirufat menjadi asetil KoA dan memungkinkan masuknya subtract yang dapat dioksidasi ke dalam siklus kreb untuk pembentukan energy. Asetil KoA yang di hasilkan enzim ini di samping itu merupakan prekusor penting lipida asetil kolin, yang berarti adanya peranan TTP dalam fungsi normal system saraf. Di dalam siklus krebs, TTP juga di butuhkanuntuk dikarboksilasi oksidatif alfa-ketoglutarat menjadi seksinil-KoA. TPP juga di butuhkan untuk dikarboksilasi asam alfa-keto seprti asam alfa- ketoglutarat dan 2-keto-karboksilat yang di peroleh dari asam-asam amino metionin, treonin, leusin, isoliusin dan valin. Tiamin juga merupakan koenzim reaksi transketolase yang berfungsi dalam pentose-fosfat shunt, jalur alternative oksidasi glukosa.
Walaupun tiamin di butuhkan dalam metabolisme lemak, protein dan asam nuclear, peranan utamanya adalah dalam metabolism karbohidrat.
  • Ø  VITAMIN B(riboflafin)
Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalammetabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salahsatu kompenen koenzim flavinmononukleotida (flavinmononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adeninedinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasienergi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalampembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhanberbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku. Sumber vitamin B2 banyak ditemukanpada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu.Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit keringbersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan.
a.       Absorpsi Transportasi dan Ekskresi
Riboflafin dibebaskan dari ikatan-ikatan protein sebagai faddan fmn di dalam lambung yang bersuasana asam. Fad dan fmn kemudian di dalam usus halus dihidrolisis oleh enzim-enzim pirofosfatase dan fosfatase menjadi riboflafin bebas. Riboflafin di absorpsi dibagian atas usus halus secara aktif oleh proses yang membutuhkan natrium untuk kemudian mengalami fosforisasi hingga menjadi  fmn di dalam mukosa usus halus.
Riboflafin dan fmn dalam aliran darah sebagian besar terikat pada albumin dan sebagian kecil pada immunoglobulin G. riboflafin dan metabolitnya terutama disimpan di dalam hati, jantung dan ginjal simpanan riboflafin terutama dalam bentuk fad yang mewakili 70 – 90%vitamin tersebut. Konsentrasinya 5 kali fmn dan 50 kali riboflafin, sebanyak 200  µg riboflafin dan metabolitnya dilakukan melalui urin tiap hari.

  • b.      Fungsi atau Peranan
Riboflafin mengikat asam fosfat dan menjadi bagian dari dia jenis koenzim FMN dan FAD. Kedua jenis koenzim ini berperan dalam reaksi oksidasi-reduksi dalam sel sebagai pembawa hydrogen dalam system traspor electron dalam metrokondria. Keduanya juga merupakan koenzim dehidrogenese yang mengkatalisis langakah pertama dalam oksidasi berbagai tahap metabolism glukosa dan asam lemak. Fmndi gunakan untuk mengubah pirodoksin (vitamin B6) menjadi koenzim fungsionalnya, sedangkan fadberperan dalam perubahan triptofan menjadi niasin.
Enzim yang mengkatalisis fosforisasi  riboflafin menjadi bentuk koenzim adalah flavokinase. Oleh karena koenzim ini di perlukan oleh sintesis DNA, riboflafin mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap pertumbuhan. Enzim ini diatur oleh hormone tiroksin. Orang dewasa yang menderita kekurangan tiroksin menunjukan kekurangan riboflafin.
  • o   VITAMIN B3(niasin)
Vitamin B3juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual.
a.       Absopsidan simpanan
Di dalam usus halus niasin di hidrolisis dan di absorpsi sebagai asam nikotinar, nikotinamida dan nikotinamida mononukleotida (NMN), dan kelebihan niasin di buang melalui urin
b.      Peranan atau funsi
Nikotinamida berfungsi di dalam tubuh sebagai bagian koenzim NAD dan NAD (NADH dan NADPH adalah bentuk reduksinya). Koenzim-koenzim ini di perlukan dalam reaksi oksidasi-reduksi pada glikolisis, metabolism protein, pernafasan sel dan detoksifikasi, dimana perananya adalah melepas dan menerima atom hydrogen. NAD juga berfungsi dalam sintesis glikogen.

  • o   VITAMIN B5 (asam pantotenat)
Vitamin B5(asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya vitamin B1 dan B2,defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur.
a.       Absorpsi, metabolism dan ekskresi
Asam pantotenat di konsumsi sebagai dari KoA yang oleh enzim fosfotase dalam saluran cerna di hiidrolisis menjadi 4-fosfopantotein dan Asam pantotenat yang kemudian di absorpsi. Asam pantotenat di keluarkan melaui urin, terutama sebagai hasil metabolism koenzim A.
Nilai darah normal adalah > 100 µg/dl dan ekskresi melalui urin sebanyak 1-5 mg/hr. dengan memakan adekuat, sebanyak 2 – 7 mg/hr di keluarkan melalui urin dan 1-2 mg/hr, melalui feses, nilai ini merupakan indicator yang sensitive tentang konsumsi makanan.

  • b.      Fungsi
Peranan utama Asam pantotenat adalah sebagian koenzim A, yang di perlukan dalam berbagai reaksi metabolism sel, sebagai bagian asetil KoA, Asam pantotenat terlibat dalam berbagai reaksi yang berkaitan dengan metabolisme KH dan lipida, termasuk sintesis dan pemecahan asam lemak. Disamping berperan dalam siklus asam sitrat dan glukoneogenesis, KoA adalah akseptor gugus asetat untuk asam amino. Asam pantotenat terlibat pula dalam sintesis hormone steroid, kolesterol, fosfolipida dan posfirin yang di perlukan untuk pembentukan hemoglobin.

  • o   VITAMIN B6 (piridoksin, piridoksal dan piridoksamin)
Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensialbagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untukmenghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid. Selain itu, vitamin ini jugaberperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuhterhadap antigen atau senyawa asing yang berbahayabagi tubuh. Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudahdidapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin dalam jumlahbanyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.
a.       Absorpsi, transportasi dan ekskresi
Sebelum diabsorpsi, vitamin B6  di dalam makanan yang terutama terdapat dalam bentuk fosforisasi, dihidrolisis oleh enzim fosfatase di dalam usus halus. Di dalam hati, ginjal, dan otak vitamin vitamin B6  di fosforisasi kembali untuk kemudian di ubah menjadi bentuk PLP oleh enzim oksidase. Fosforisasi dan perubahan oksidatif vitamin B6  juga dapat terjadi di dalam sel darah merah dimana PLP terikat pada hemoglobin, sebanyak 50%  jumlah vitamin B6  dalam tubuh di simpan di dalam otot. PLP di dalam hati diikat oleh apoenzim dan beredar didalam darah dalam keadaan terikat dengan albumin. PLP yang tidak terikat di ubah menjadi asam pirodoksat oleh enzim oksidase di dalam hati dan ginjal. Yaitu metabolit utama yan g di kelurkan melaui urin.
b.      Peranan
Vitamin Berperan dalam bentuk fosforisasi PLP dan PMP sebagai koenzim terutama dalam transaminasi, dekarboksilasi dan reaksi lain yang berkaitan dengan metabolisme protein. Dekarboksilasi yang bergantung pada PLP menghasilkan bentuk amin, seperti epidefrin. PLP juga berperan dalam pembentukam asam alfa-aminolevulinat, yaitu prekusor hem dalam hemoglobin. 
Di samping itu, PLP di perlukan untuk perubahan triptofan menjadi niasin. Sebagai koenzim untuk fosforilase, PLP membantu pelepasan glikogen dari hati dan otot sebagai glukosa. PLP juga terlibat dalam perubahan asam linoleat menjadi asam arakidonat yang mempunyai fungsi biologikb penting. Pirodoksin berda dalam otak dalam konsentrasi tinggi walaupun pada taraf plasma rendah. Kelainan otak seperti demensia mungkin di sebabkan oleh kurangnya pengambilan vitamin-vitamin tertentu terutama vitamin B6   oleh otak.

  • o   VITAMIN B12
        Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah.[6] Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.
a.       Absorpsi, transportasi dan ekskresi
Dalam keadaan normal sebanyak ± 70% vitamin B12yang di konsumsi dapat di konsumsi. Dalam lambung kobalamin di bebaskan dari ikatanya dengan protein oleh cairan lambung dan pepsin, kemudian segera diikat oleh protein-protein khusus dalam lambung vitamin B12di lepas dari factor R di dalam duodenum yang bersuasana alkali, oleh enzim-enzim proteose pangkreas terutama tripsin untuk segera di ikat oleh factor intrinsic.
Prosesabsorpsi, di mulai dari konsumsi ke penampilan dalam vena porta memakai waktu 8– 12 jam. Tubuh hemat dalam penggunaan vitamin B12. vitamin B12yang terdapat dalam cairan empedu dan sekresi saluran cerna lain di salurkankembali melalui saluran sirkulasi enteri hepatic. Dengan demikian, penyimpanan vitamin B12dapat bertahan sehingga 10 tahun. Bila absorpsi vitamin B12dalam saluran cerna terganggu karena kekurangan factor intrinsic, akibatnyabaru terlihat setelah 4 – 10 tahun.

  • b.      Fungsi
        vitamin B12 di perlukan untuk mengubah folat menjadi bentuk aktif, dan dalam fungsi normal metabolisme semua sel, terutama sel-sel saluran cerna sussum tulang belakang, dan jarungan saraf. vitamin B12merupakan kofaktor dua jenis enzim pada manusia, yaitu metionin sintetase dan metilmalonil-KoA.
        Reaksi metionin  sintetase melibatkan asam folat.di pindah ke kobalumin untuk membentuk metilkobalomin yang kemudian memberikan gugus metil ke homosistein. Produk akhir adalah metionin kobalamin, H4 yang di butuhkan dalam pembentukan poliglutamil folat dan 5,10 metil-H4 folat yang merupakan kofaktor timidilat sintetase dan akhirnya untuk sintesis DNA.
        Reaksi metilmalonil-KoA mutase menjadi dalam mitokondria sel  dan menggunakan deoksiadenosilkobalamin sebagai kofaktor. Reaksi ini mengubah metilmalonil-KoA menjadi suksinil KoA. Reaksi-reaksi ini di perlukan untuk degradasi asam propionate dean asam lemak rantai ganjil terutama dalam system saraf.

2.     Vitamin C
VitaminC (asamaskorbat) banyakmemberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C jugaberperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein pentingpenyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin C merupakansenyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagairadikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Terkait dengan sifatnya yangmampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risikotimbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan. Selain itu,vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan didalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalampenutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin Cberperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenispenyakit. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yangberlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batuginjal, gangguansaluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah.

a.       Sifat.
            Vitamin C adalah Kristal putih yang mudah larut dalam air, dalam keadaan kering vitamin C cukup stabil, tetapi dalam keadaan larut, vitamin c mudah rusak karena bersetuhan dengan udara terutama bila terkena panas, oksidasi di percepat  dengan kehadiran tembaga dan besi, vitamin c tidak setabil dalam larutan alkali, tetapi cukup setabil dalam larutan asam. Vitamin adalah vitamin yang sangat labil.
b.      Metabolisme
            Vitamin C mudah di absorpsi secara aktif dan mungkin pula secara defuse bagian atas usus halus lalu masuk ke peredaran darah melalui vena porta. Rata-rata absorpsi adalah 90% untuk konsumsi di antara 20 dan 120 mg perhari. Status vitamin C tubuh di tetapkan melalui tanda-tanda klinik dan mengukur kadar vitamin C di dalam darah. Tanda-tanda klinik antara lain, perdarahan gusi dan perdarahan kapilar di bawah kulit. Tanda dini kekurangan vitamin C dapat di ketahui bila kadar vitamin C darah di bawah 0,20 mg/dl.
c.       Fungsi
            Vitamin c mempunyai banyak fungsi di dalam tubuh, sebagai koenzim atau kofaktor. Asam askorbat adalah bahan yang kuat kemampuan reduksinya dan bertindak sebagai anti oksidan dalam reaksi-reaksi hidroksilasi. Beberapa turunan vitamin C (seperti asam eritrobik dan askorbik palmitat) di gunakan sebagai anti oksidan di dalam industry pangan untuk mencegah proses menjadi tengik, perubahan warna pada buah-buahan dan untuk mengawetkan daging.
Banyak proses metabolisme di pengaruhi oleh asam askorbat, namun mekanismenya belum di ketahui dengan pasti.

REVERENSI
PRINSIP DASAR ILMU GIZI,sunita almatsier, penerbit PT gramedia pustaka utama, kompas gramedia building, blok 1,Lt.4-5,Jl palmerah barat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar