A. Pengertian Sampah Medis
Limbah medis ad/ sampah yg berasal dari pelayanan medis, perawatan, gigi, veteranary, farmasi at/ yg sejenis, penelitian, pengobatan, perawatan, penelitian at/ pendidikan yg menggunakan bahan-bahan yg beracun, infeksius, berbahaya atau bisa membahayakan kecuali jika dilakukan pengamanan tertentu.
Menurut Depkes RI. Limbah medis ad/ berbagai jenis buangan yg dihasilkan rumah sakit & unit-unit pelayanan kesehatan yg mana dpt membahayakan & menimbulkan gangguan kesehatan bagi pengunjung, masyarakat terutama petugas y menanganinya.
Limbah medis ad/ umumnya 10-15% limbah yg dihasilkan o/ sarana pelayanan kesehatan.
B. Kategori Limbah Medis
— Limbah farmasi ad/ limbah yg mengandung bahan-bahan farmasi. Cotoh : Obat-obatan yg kadaluwarsa at/ tidak diperlukan lagi, item yg tercemar at/ berisi obat.
— Limbah patologis ad/ jaringan at/ potongan tubuh manusia. Contoh : bagian tubuh, darah & cairan tubuh yg lain termaasuk janin.
— Limbah citotoksik ad/ bahan yg terkontaminasi at/mungkin terkontaminasi dgn obat citotoksik selama peracikan, pengangkutan at/ tindakan terapi citotoksik.
— Limbah Kimia ad/ dihasilkan dari penggunaan kimia dlm tindakan medis, vetenary, laboratorium, proses sterilisasi & riset. Contoh: reagen di laboratorium, film u/ rontgen, desinfektan yg kadaluarsa at/ sudah tdk diperlukan, solen. Limbah ini kategori limbah berbahaya jika memiliki beberapa sifat (toksik, korosif (pH12), mudak terbakar, reaktif (mudah meledak, bereaksi dg air, rawan gocangan), genotoksik.
— Limbah radio aktif ad/bahan yg terkontaminasi dgn radio isotop yg berasal dari penggunaan medis at/ riset radionukleida. Asal limbah ini a/l dari tindakan kedokteran nuklir, radio immunoassay & bakteriologis yg dpt berupa padat, cair, & gas. Contoh : cairan yg tdk terpakai dari terapiradioaktif at/ riset di laboratorium.
— Limbah plastik ad/ bahan plastik yg dibuang o/ klinik, rumah sakit & sarana pelayanan kesehatan lain seperti barang-barang dissposable yg terbuat dari plastik & juga pelapis peralatan & perlengkapan medis.
— Limbah dgn kandungan logam berat berat tinggi seperti baterai, thermometer yg pecah, alat pengukur tekanan darah.
— Wadah bertekanan seperti tabung gas anestesi, gas gas cartridge, kaleng aerosol, peralatan terapi pernafasan, oksigen dlm bentuk gas at/ cair.
C. Pengelolaan Sampah Medis
1. Penimbunan (Pemisahan & Pengurangan)
Proses pemilihan & reduksi sampah hendaknya merupakan proses yg kontinyu yg pelaksanaanya harus mempertimbangkan: kelancaran penanganan & penampungan sampah, pengurangan volume dgn perlakuan pemisahan limbah B3 & non B3 serta menghindari penggunaan bahan kimia B3, pengemasan & pemberian label yg jelas dari berbagai jenis sampah u/ efisiensi biaya, petugas & pembuangan.
2. Penampungan
Penampungan sampah ini wadah yg memiliki sifat kuat, tdk mudah bocor at/ berlumut, terhindar dari sobek at pecah, mempunyai tutup & tdk overload.
Penampungan dlm pegelolaan sampah medis dilakukan perlakuan standarisasi kantong & kontainer seperti dgn menggunakan kantong yg bermacam warna seperti telah ditetapkan dlm Permenkes RI no. 986/Men.Kes/Per/1992 dimana kantong berwarna kuning dgn lambang biohazard u/ sampah infeksius, kantong warna ungu dgn simbol citotoksik u/limbah citotoksik, kantong warna merah dgn simbol raioaktif u/ limbah radioaktif & kantong berwarna hitamdgn tulisan “domestik”
2) Pengangkutan eksternal :
ü Pengangkutan sampah medis ketempat pembuangan di luar (off-site).
ü Pengangkutan eksternal memerluakan prosedur pelaksanan yg tepat & harus dipatuhi petugas yg terlibat.
ü Prosedur tersebut termasuk memenuhi peraturan angkutan lokal.
ü Sampah medis diangkut dlm kontainer khusus, harus kuat & tdk bocor.
3). Pengolahan & Pembuangan
Metoda yg digunakan u/ mengolah & membuang sampah medis tergantung pd faktor-faktor khusus yg sesuai dgn institusi yg berkaitan dgn peraturan yg berlaku & aspek lingkungan yg berpengaruh terhadap masyarakat.
Teknologi pengolahan sampah medis (medical waste) yg mungkin diterapkan ad/
Incenerasi
3) Teknologi pengolahan sampah medis (medical waste) yg mungkin diterapkan ad/
— Incenerasi
— Sterilisasi dgn uap panas/ autoclaving (pd kondisi uap jenuh bersuhu 121°C)
— Sterilisasi dgn gas (gas yg digunakan berupa ethylene oxide at/ formaldehyde)
— Desinfeksi zat kimia dgn proses grinding (menggunakan cairan kimia sebagai (desinfektan)
— Inaktivasi suhu tinggi
— Radiasi dgn ultraviolet at/ ionisasi radiasi seperti Co60
— Microwave treatment
— Grinding & shredding (proses homogenisasi bentuk at/ukuran sampah)
— Pemampatan/ pemadatan, dgn tujuan u/ mengurangi volume yg terbentuk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar