1. Membersihkan Kran.
Bersihkan kran dari setiap benda yang menempel dan mungkin dapat mengganggu dengan mempergunakan kain bersih, bersihkan ujung kran dari setiap debu.
2. Membuka Kran.
Putar sampai kran sehingga air mengalir secara maksimal dan biarkan air mengalir selama 1 – 2 menit.
3. Mensterilkan kran
Mensterilkan kran selama satu menit dengan api dari kapas yang telah dicelupkan kedalam alkohol, alternative lain dengan mempergunakan pembakar lain dengan gas.
4. Membuka botol – botol
a. Teknik standar
Tali pengikat kertas pelindung warna coklat dilepas kemudian diangkat atau di putar.
b. Teknik penutup dengan alat.
Tali Pelindung kertas pelindung warna coklat dilepas kemudian di angkat sementara kawan lain membuka bungkusan kecil isi penutup botol steril.
5. Mengisi botol – botol
Sambil memegang penutup dan pelindung yang mukanya menghadap bawah ( untuk mencegah masuknya debu yang mungkin mengandung mikroorganisme). Botol dengan segera di taruh di bawah air mancur dan di isi sejumlah udara di rasakan tetapi berada dalam botol supaya bias dikocok pada waktu pengambilan sebelum di analisa.
6. Penutup Atau Penyumbat Botol
a. Teknik Standar
Botol di sumbat atau ditutup dengan memutar kemudian dilindungi dengan demanteli kertas cokelat di tempelnya dan diikat.
b. Teknik Menutup Denga Alat
Botol di sumbat atau di tutup dengan memutar kemudian melindngi degan dimanteli kertas cokelat ditempatnya dan diikat.
(Departemen Kesehatan RI,Direktorat Jenderal PPM dan PLP 1995)
7. Cara Pemeriksaan :
1. Persiapan specimen :
a. Untuk specimen yang padat atau cair tapi pekat, dilarutkan dulu dengan aquades atau air garam steril atau Quarter Strength Ringer Solotion. 10 gram atau 10 cc specimen ditambah aquades steril atau lainnya sampai 100 cc.
b. Sedangkan specimen cair dapat langsung diperiksa.
2. Ragam LB Yang Digunakan :
Ragam 1 : 5 x 10 ml, 1 x 1 ml,1 x 0,1 ml.
Untuk specimen yang sudah diolah atau angka kumannya diperkirakan rendah.
a. Specimen cair atau yang dilarutkan ditanam didalam :
- 5 tabung lactose broth Triple strength masing – masing 10 ml.
- 1 tabung lactoce broth single strength, 1 ml.
- 1 tabung lactose broth single strength, 0,1 ml.
Masukan incubator 37º C 48 jam.
b. Tiap – tiap tabung lactose broth (LB) yang menunjukan positif gas, ditanam kedalam brilliant green lactose bile broth (BGLB).
c. Dibaca dan dicatat BGLB yang menunjukan positif gas,masing – masing ditanam Mac Conkey Agar / Endo Agar / Eosin Methyleen Blue Agar / Tergitol 7 agar plate, masukan incubator 37º C 24 jam.
Untuk mendapatkan indeks MPN coliform, digunakan tabung MPN berdasarkan tabung –tabung BGLB positif gas.
d. Coloni yang tersangka E.coli ditanam pada SIM / MIO / MIU (untuk mengetahui produksi indol) dan Simmon’s citrate (untuk mengetahui kemampuan bakteri dengan citrate sebagai sumber karbon) serta TSI agar.
Masukan incubator 37º C 24 jam.
e. Dibaca dan dicatat pertumbuhan pada media PSI, SIM, dan SC untuk memastikan apakah E.coli atau bukan. Kemudian dicari pada table MPN untuk menentukan indeks MPN E.coli.
8. Contoh Pembacaan Hasil
Ragam 1 :
Tabung 5 x 10 ml, BGLB (+) gas : 3)
Tabung 1 x 1 ml, BGLB (+) gas : 1) Indeks MPN : 12
Tabung 1 x 0,1 ml, BGLB (+) gas : 0)
9. Catatan :
a. Apabila dalam pembacaan BGLB, semua tabung yang menunjukan hasil (+) gas, penanaman dapat diteruskan dengan mengencerkan specimen 10 x atau 100 x lebih rendah dari pada ragam LB yang sudah dikerjakan. Hasil MPN yang diperoleh dikalikan dengan 10 x atau 100 x.
b. Penghitungan indeks MPN dapat pula dilakukan dengan Formula Thomas :

A = jumlah tabung (+) gas penanaman kelompok pertama.
B = jumlah tabung (+) gas penanaman kelompok kedua.
C = jumlah tabung (+) gas penanaman kelompok ketiga.
S = jumlah ml sampel yang ditanam.
N = jumlah ml sampel yang negative.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar